Recents in Beach

RTIK Bandung Goes to Cirebon

Assalamu'alaikum Sahabat Blogger!
Kali ini aku akan berbagi cerita mengenai perjalanan aku dan Relawan TIK ke Cirebon dalam rangka acara Festival TIK 2018.
Selamat Membaca!☺

(Dokumen RelawanTIK)

ini ceritaku ikut Festik 2018 untuk yang pertama kalinya.
Jauh-jauh hari kami mendapat informasi bahwa akan ada festival TIK di Cirebon. Ketua pun yaitu Kang Latif segera berbagi informasi kepada setiap relawan dengan memanfaatkan jejaring media sosial. Maka dari itu, terbentuklah satu grup dihalaman whatsapp yang bernama ”RTIK Bandung Goes to Cirebon”. Dengan beranggotakan para relawan TIK mulai dari ketua, relawan senior dan junior pun bergabung dalam satu grup. Sejak terbentuknya grup, banyak sekali pembicaraan mulai dari perkenalan sampai persiapan keberangkatan.
Sampai pada waktunya tiba, Kami segera berkumpul di satu titik yang telah ditentukan yaitu di Jl Wartawan. Walaupun disambut dengan guyuran hujan, tidak mengurangi semangat kami sebagai relawan untuk pergi ke tempat tujuan.
Waktu menunjukkan pukul 17.00 WIB, Kami segera merapihkan diri bergegas masuk mobil yang sudah terparkir di depan. Sembari menunggu dua relawan yang belum datang, untuk memanfaatkan waktu karena kondisi lalu lintas Bandung yang padat jadi Kami sepakat untuk bertemu di salah satu tempat. Kami pun berangkat bersama Sopir yang mengendarai mobil secara perlahan karena kondisi jalan padat merayap.
Hujan telah reda, senja pun sudah mulai berganti malam menyaksikan pertemuan anggota lengkap sebagai relawan. Kami pun kembali melanjutkan perjalanan, dengan dipimpin do’a oleh Mang Onis sapaan akrabnya. Perjalanan mulai hangat ketika diantara kami saling melempar lelucon-lelucon yang bisa membuat kami tertawa. Satu persatu dari kami pun tertidur dan terbangun ketika mobil sudah sampai rest area.
Relawan TIK Kota Bandung saat singgah di rest area

Relawan TIK Kota Bandung saat singgah di rest area

Adzan telah berkumandang, menunjukkan tiba waktunya untuk shalat isya. Semua bergegas pergi ke dalam masjid untuk menunaikan kewajiban beribadah. Setelah selesai shalat waktunya bebas untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Sebagai melepas penat selama di perjalanan, kami pun berpencar memanfaatkan waktu istirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Sebelum melanjutkan perjalanan, masing-masing mendapatkan seragam untuk dikenakan saat acara. Setelah semua mendapatkan seragam, kami pun melanjutkan perjalanan menuju kota yang terkenal dengan julukkan Kota Udang.
Udara hangat ditengah malam menyambut kedatangan kami, dengan adanya tragedi salah alamat membuat kami tertawa kecil merasa lucu padahal hotel yang seharusnya tempat pertama dituju tinggal beberapa meter dari belokan yang membuat kami tersesat. Untungnya sang sopir cepat tanggap dan segera putar balik menuju arah yang sebenarnya dan membawa kami sampai kepada tujuan yang sebenarnya.
”Selamat Datang Para Peserta Festival TIK 2018” itulah ucapan selamat datang dalam bentuk tulisan yang terpampang di tembok hotel. Akhirnya setelah menempuh jarak yang cukup jauh bisa sampai dengan selamat. Semua relawan diarahkan ke dalam untuk melakukan registrasi dan pembagian kamar untuk istirahat. Kami segera mengikuti arahan panitia untuk registrasi setelah itu langsung naik menuju kamar masing-masing.
Sesuai arahan dari ketua rombongan, kami langsung turun kembali, berkumpul dan bergegas pergi menuju satu tempat untuk makan. Sebelum sampai di tempat makan, kami menyempatkan singgah melihat venue  untuk acara besok pagi. Tak lama setelah itu kami melanjutkan mencari tempat makan dan akhirnya berhenti di pinggir jalan makan bersama ditemani hangatnya Kota Cirebon di tengah malam.
Relawan TIK Kota Bandung saat makan tengah malam

Relawan TIK Kota Bandung saat makan tengah malam

Setelah semua merasa kenyang, karena perut sudah terisi. Kami pun kembali ke hotel untuk istirahat karena besok harus bangun pagi dan mengikuti agenda yang padat.
***
Hari Pertama! Sabtu (1/12/2018)
Pukul 06:00. Alarm berdering hampir disetiap kamar, menandakan semua peserta harus mempersiapkan diri  dan pergi ke tempat terselenggaranya acara. Namun, sebelum ke arena, kami menyempatkan sarapan dengan menu yang telah disediakan entah itu oleh panitia maupun pihak hotel. Setelah selesai sarapan semua peserta langsung menuju ke arena diselenggarakannya acara yaitu di Aula Graha Pena.



Foto Bareng Ketua Umum Relawan TIK

Semua relawan dengan mengenakan seragam khas berwarna biru dengan kombinasi putih berkumpul di Aula. Tanpa memandang asal daerah, ras, suku, budaya dan lain hal, kami bersatu untuk mensukseskan acara Festival TIK 2018.
Relawan TIK Kota Bandung

Dengan dihadiri perwakilan dari relawan TIK dari 34 Provinsi se-Indonesia, Festival ini diisi dengan seminar yang melibatkan RTIK dan masyarakat Cirebon, Pameran Teknologi Infotrmasi, dan UMKM dengan mengangkat tema “Sehati Ing Smart City” dan subtema “Peningkatan Kompetensi Relawan TIK dan Komunitas Penggerak TIK Melalui Literasi Digital Untuk Mendukung Program Smart City dan Smart Society
Acara Festival TIK 2018, mengadakan beberapa seminar nasional di hari pertama ada  seminar nasional dengan tema Smart Society . Bersamaan dengan seminar, panitia pun mengadakan beberapa workshop yang diselenggarakan di beda tempat yaitu di Gedung B Radar Cirebon dan di SMAN 4 Kota Cirebon. Seminar dan Workshop tersebut diisi oleh narasumber yang sangat hebat.
Setelah semua acara seminar selesai, kami kembali ke hotel untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan acara di malam hari. Beberapa jam di hotel kami pun kembali ke tempat acara untuk mengikuti RAKERNAS (Rapat Kerja Nasional) yang bertempat di Aula Graha Pena. Berjam-jam kami mengikuti rakernas sampai tiba waktunya untuk kami beristirahat dan pulang kembali ke hotel.
***
Hari ke-2, Minggu (2/12/2018)
Pukul 08.00 Kami bersiap pergi ke Aula Graha Pena, untuk mengikuti seminar hari ke-2 yaitu seminar Pandu Digital dari sesi I-III dengan berbagai narasumber salah satunya ada Pak Ono W Purbo selaku Dewan Pengarah Siberkreasi. Bersamaan dengan seminar ada beberapa dari Relawan TIK Kota Bandung yang mengisi sebagai narasumber di Workshop.
Dan keren loh, dari Relawan TIK Bandung ada yang menjadi salah satu narasumber di workshop kelas digital parenting yaitu teh Windi.
Workshop Digital Parenting
Setelah selesai acara penutupan, kami pun segera pulang ke Bandung. Namun, baru beberapa menit perjalanan pulang ada tragedi lagi yaitu tas salah satu relawan yaitu kang Ajay (Ketua RTIK Jabar)
***
Apa sih yang di dapat dari acara Festik?
Tentunya banyak banget pelajaran berharga dari acara Festik 2018 ini. Pertama, ini adalah pertama kalinya aku terlibat dan berkesempatan mengikuti acara ini. Ini acara besar, acara yang diadakannya setahun sekali. Dan sangat beruntung diriku ini, karena baru menjadi bagian dari RTIK Kota Bandung, eh sudah diajak ke ajang yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap relawan TIK. Kenapa sih kok ditunggu? Ya dong, secara ini acara yang mempersatukan relawan TIK dari setiap daerah dari Sabang sampai Merauke semua berkumpul seperti keluarga. Terharu sekali rasanya.
Aku merasa sangat bersyukur dan sangat beruntung ketika berada diantara orang-orang hebat. Rasanya aku malu sendiri karena melihat orang-orang yang hebat, sukses dan berguna bagi bangsa dan negara.
Diriku kemana selama ini? hanya tiduran di kasur, buka hp, makan, tidur, kuliah, tanpa ada kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat banyak. Bangun dong lihat mereka yang bermanfaat bagi orang, banyak karyanya!
Duh rasanya menyesal. Tapi gapapa semua memang perlu proses. Semoga dengan mengikuti kegiatan di RTIK Kota Bandung aku bisa mendapatkan banyak ilmu lagi sehingga membuatku terinspirasi, termotivasi untuk bangkit dan bermanfaat bagi negeri ini.




Post a Comment

0 Comments