Kenapa Memilih Kuliah?
Artikel kali ini, akan membahas jawab atas pertanyaan yang ada di judul artikel. Selamat membaca☺
Sumber : @jurnalistik_16b
Hallo Sahabat Blogger!
Di zaman yang modern ini, ternyata
masih ada orang-orang yang mempertanyakan seberapa pentingnya pendidikan bagi
manusia. Aneh atau tidak? Gak aneh kali ya, karena bagi mereka yang berpikir
seperti itu pasti mempunyai alasan tersendiri. Karena setiap orang melihat dari
sudut pandang yang berbeda.
Masih banyak orang yang berkata
khususnya kepada perempuan, "Buat apa pendidikan tinggi, kalo
ujung-ujungnya masuk dapur! Gak guna! Sayang biaya!." Pernah mendengar
kata-kata itu gak? Aku sendiri pernah mendengar perkataan seperti itu.
Padahal, menurut islam pendidikan itu
wajib bagi setiap manusia. Bahkan diperkuat oleh hadits yang mengatakan:
”Barang siapa yang
menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa
yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan
barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”.
Di dalam UUD 1945
pun disebutkan bahwa: Pendidikan hal yang sangat penting untuk manusia
karena dapat menciptakan manusia yang berkualitas, berintelektual dan jauh dari
kebodohan. Negara telah mengatur Hak setiap Warga Negara Indonesia untuk
mendapat pendidikan sebagai sarana dalam meningkatkan kualitas hidupnya yaitu
pada UUD pasal 28 C ayat 1 dan 2 dan pasal 31 ayat 1 dan 2.
Apa sih kira-kira
yang membuat sebagian orang berpikir atau enggan untuk melanjutkan pendidikan?
Kebanyakan orang
berpikir kalau di zaman sekarang pendidikan itu mahal, terlalu banyak
mengeluarkan biaya, tidak ada waktu buat belajar, mending kerja aja biar dapat
uang, gak mau mikir lagi pusing sama soal-soal yang sering guru atau dosen
berikan. Dan mungkin yang paling miris yaitu tingkat kesadaran yang rendah
sehingga timbulah prinsip bahwa pendidikan itu tidak penting yang penting itu
adalah uang.
Lantas, seberapa
penting sih pendidikan itu?
Bagiku, pendidikan
itu sangat penting, maka dari itu kenapa sekarang aku memilih kuliah. Awalnya
aku memilih kuliah karena aku ingin mendapatkan ilmu sehingga nanti aku bisa
kerja atau mempekerjakan orang dan mendapatkan uang. Lah, kenapa harus kuliah?
Lulusan SD, SMP, SMA/SMK saja sekarang mah bisa kerja? Ya, benar sekali
sekarang untuk kerja memang bisa dari brebagai kalangan. Namun, tetap saja akan
ada titik dimana kita harus sekolah lagi untuk naik level ke level selanjutnya
dari pekerjaan kita, karena pengalaman dan kemampuan itu terbatas.
Ngapain kuliah? Anak
desa kok sosoan kuliah?
Baiklah, justru itu.
Aku sangat terinspirasi dari orang-orang yang berasal dari desa yang terpencil
tapi masih bisa kuliah dan akhirnya mereka sukses. Dan itu membuatku menjadi
semangat sehingga aku pun berpikir mereka aja bisa dan aku juga harus bisa.
Yakinlah bahwa rezeki itu sudah diatur Sang Maha Pemberi Rezeki. Kalau
masalah oran tua, kita bisa memberikan pemahaman kepada mereka sehingga mereka
paham dan akhirnya memberika restu untukku melanjutkan kuliah.
Dengan kita kuliah
akan menambah ilmu. Karena, semkain banyak ilmu yang kita punya semakin bebas
kita memilih mau menjadi apa.
Nah, apakah kuliah
akan menjamin kita mendapat pekerjaan dan mendapatkan uang?
Tentu Tidak!
Yang kuliah itu
belum tentu mendapat pekerjaan dan menghasilkan uang. Namun, yang kuliah, mempunyai jaminan sebuah pilihan, pengetahuan dan kemampuan yang lebih. Dan
pada akhirnya kita bisa memilih untuk menentukan mau mendapatkan uang?
pekerjaan? mempekerjakan orang? atau ingin bermanfaat bagi orang banyak tanpa
sebuah imbalan?
Sekarang aku memilih
kuliah, dan Allah kasih aku rezeki dengan bisa berkuliah di UIN Bandung. Kenapa
kuliah disana? Ini adalah jawaban atas do'a yang telah dipanjatkan. Karena, aku
tidak pernah menyebutkan dalam do'aku untuk bisa kuliah di univ A atau B, yang
ku panjatkan adalah agar aku bisa kuliah dimanapun yang menurut Allah baik
untukku, dan inilah jawabannya ya di UIN Bandung.
Aku memilih kuliah
dulu daripada langsung menikah setelah lulus SMK, ya walaupun setelah menikah
juga bisa kuliah. Tapi, aku juga tau bahwa cicilan rumah itu mahal, bayar
listrik mahal, ngurus anak di usiaku sepertinya aku belum mampu sehingga mengurungkan niatku menikah diusia muda. Sekarang aku memilih kuliah, meskipun
seorang perempuan yang nantinya akan berlabuh di dapur bergaul dengan asap
kompor dan spons pencuci piring.
Hay calon suami dan
para ibu-ibu pendekar dapur, meskipun sekarang aku kuliah dan nantinya aku akan
berlabuh di dapur dan menjadi ibu rumah tangga, setidaknya aku punya bekal
untuk mengajarkan ank-anakku dengan berbagai ilmu dan aku tak perlu
mengeluarkan biaya jutaan demi kursus anak menjelang UN di sekolah karena aku
yang akan menjadi gurunya sehingga ilmu yang ku dapat selama ini tidak sia-sia.
Aku memilih kuliah aku ingin bercerita kepada kleuargaku, ketika orantuaku penasaran aku
bisa menjawab semua pertanyaanya, ketika nanti anakku bertanya atas
keingintahuannya akupun bisa menjawabnya. Karena aku tau betapa sakit dan malu
atas segala ketidaktahuan.
Ketika menghadapi
dunia yang keras ini, semakin yakin aku memang harus kuliah, untuk mendapatkan
ilmu sebanyak-banyaknya. Bukan untuk menyombongkan diri melainkan untuk
melindungi diri dari kerasnya kehidupan dunia ini.
Pesan: buat para
pembaca yang ingin kuliah. Yuk, segera bermunajat panjatkan do'a sekeras-kerasnya.
Jangan takut, karena do'a adalah senjata dan kekuatan yang sangat luar biasa.
Keluhkan kepada Allah karena Allah tidak pernah tidur untuk mendengar keluhan
dari hambanya.
Selamat berjuang,
jangan lupa berdo'a dan berusaha.
Terima kasih. Jangan
lupa tersenyum bahagia☺
#jejakyulianti


0 Comments