Recents in Beach

Kenapa Memilih Kuliah?

Kenapa Memilih Kuliah?

Artikel kali ini, akan membahas jawab atas pertanyaan yang ada di judul artikel. Selamat membaca☺


Hallo Sahabat Blogger!
Di zaman yang modern ini, ternyata masih ada orang-orang yang mempertanyakan seberapa pentingnya pendidikan bagi manusia. Aneh atau tidak? Gak aneh kali ya, karena bagi mereka yang berpikir seperti itu pasti mempunyai alasan tersendiri. Karena setiap orang melihat dari sudut pandang yang berbeda. 

Masih banyak orang yang berkata khususnya kepada perempuan, "Buat apa pendidikan tinggi, kalo ujung-ujungnya masuk dapur! Gak guna! Sayang biaya!." Pernah mendengar kata-kata itu gak? Aku sendiri pernah mendengar perkataan seperti itu.

Padahal, menurut islam pendidikan itu wajib bagi setiap manusia. Bahkan diperkuat oleh hadits yang mengatakan:
”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. 

Di dalam UUD 1945 pun disebutkan bahwa: Pendidikan hal yang sangat penting untuk manusia karena dapat menciptakan manusia yang berkualitas, berintelektual dan jauh dari kebodohan. Negara telah mengatur Hak setiap Warga Negara Indonesia untuk mendapat pendidikan sebagai sarana dalam meningkatkan kualitas hidupnya yaitu pada UUD pasal 28 C ayat 1 dan 2 dan pasal 31 ayat 1 dan 2. 

Apa sih kira-kira yang membuat sebagian orang berpikir atau enggan untuk melanjutkan pendidikan? 
Kebanyakan orang berpikir kalau di zaman sekarang pendidikan itu mahal, terlalu banyak mengeluarkan biaya, tidak ada waktu buat belajar, mending kerja aja biar dapat uang, gak mau mikir lagi pusing sama soal-soal yang sering guru atau dosen berikan. Dan mungkin yang paling miris yaitu tingkat kesadaran yang rendah sehingga timbulah prinsip bahwa pendidikan itu tidak penting yang penting itu adalah uang.

Lantas, seberapa penting sih pendidikan itu?
Bagiku, pendidikan itu sangat penting, maka dari itu kenapa sekarang aku memilih kuliah. Awalnya aku memilih kuliah karena aku ingin mendapatkan ilmu sehingga nanti aku bisa kerja atau mempekerjakan orang dan mendapatkan uang. Lah, kenapa harus kuliah? Lulusan SD, SMP, SMA/SMK saja sekarang mah bisa kerja? Ya, benar sekali sekarang untuk kerja memang bisa dari brebagai kalangan. Namun, tetap saja akan ada titik dimana kita harus sekolah lagi untuk naik level ke level selanjutnya dari pekerjaan kita, karena pengalaman dan kemampuan itu terbatas.

Ngapain kuliah? Anak desa kok sosoan kuliah?  
Baiklah, justru itu. Aku sangat terinspirasi dari orang-orang yang berasal dari desa yang terpencil tapi masih bisa kuliah dan akhirnya mereka sukses. Dan itu membuatku menjadi semangat sehingga aku pun berpikir mereka aja bisa dan aku juga harus bisa. Yakinlah bahwa rezeki itu sudah diatur Sang Maha Pemberi Rezeki. Kalau masalah oran tua, kita bisa memberikan pemahaman kepada mereka sehingga mereka paham dan akhirnya memberika restu untukku melanjutkan kuliah. 

Dengan kita kuliah akan menambah ilmu. Karena, semkain banyak ilmu yang kita punya semakin bebas kita memilih mau menjadi apa. 
Nah, apakah kuliah akan menjamin kita mendapat pekerjaan dan mendapatkan uang?
Tentu Tidak!
Yang kuliah itu belum tentu mendapat pekerjaan dan menghasilkan uang. Namun, yang kuliah, mempunyai jaminan sebuah pilihan, pengetahuan dan kemampuan yang lebih. Dan pada akhirnya kita bisa memilih untuk menentukan mau mendapatkan uang? pekerjaan? mempekerjakan orang? atau ingin bermanfaat bagi orang banyak tanpa sebuah imbalan?

Sekarang aku memilih kuliah, dan Allah kasih aku rezeki dengan bisa berkuliah di UIN Bandung. Kenapa kuliah disana? Ini adalah jawaban atas do'a yang telah dipanjatkan. Karena, aku tidak pernah menyebutkan dalam do'aku untuk bisa kuliah di univ A atau B, yang ku panjatkan adalah agar aku bisa kuliah dimanapun yang menurut Allah baik untukku, dan inilah jawabannya ya di UIN Bandung. 
Aku memilih kuliah dulu daripada langsung menikah setelah lulus SMK, ya walaupun setelah menikah juga bisa kuliah. Tapi, aku juga tau bahwa cicilan rumah itu mahal, bayar listrik mahal, ngurus anak di usiaku sepertinya aku belum mampu sehingga mengurungkan niatku menikah diusia muda. Sekarang aku memilih kuliah, meskipun seorang perempuan yang nantinya akan berlabuh di dapur bergaul dengan asap kompor dan spons pencuci piring. 

Hay calon suami dan para ibu-ibu pendekar dapur, meskipun sekarang aku kuliah dan nantinya aku akan berlabuh di dapur dan menjadi ibu rumah tangga, setidaknya aku punya bekal untuk mengajarkan ank-anakku dengan berbagai ilmu dan aku tak perlu mengeluarkan biaya jutaan demi kursus anak menjelang UN di sekolah karena aku yang akan menjadi gurunya sehingga ilmu yang ku dapat selama ini tidak sia-sia.

Aku memilih kuliah aku ingin bercerita kepada kleuargaku, ketika orantuaku penasaran aku bisa menjawab semua pertanyaanya, ketika nanti anakku bertanya atas keingintahuannya akupun bisa menjawabnya. Karena aku tau betapa sakit dan malu atas segala ketidaktahuan. 
Ketika menghadapi dunia yang keras ini, semakin yakin aku memang harus kuliah, untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya. Bukan untuk menyombongkan diri melainkan untuk melindungi diri dari kerasnya kehidupan dunia ini.

Pesan: buat para pembaca yang ingin kuliah. Yuk, segera bermunajat panjatkan do'a sekeras-kerasnya. Jangan takut, karena do'a adalah senjata dan kekuatan yang sangat luar biasa. Keluhkan kepada Allah karena Allah tidak pernah tidur untuk mendengar keluhan dari hambanya.

Selamat berjuang, jangan lupa berdo'a dan berusaha. 
Terima kasih. Jangan lupa tersenyum bahagia
#jejakyulianti










Post a Comment

0 Comments